Tampilkan postingan dengan label green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label green. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2015

Menanti Green Airport Banyuwangi

Banyuwangi terus berbenah diri untuk menarik jumlah kunjungan turis. Salah satunya dengan merombak Bandara Blimbingsari seperti bandara yang ada di Kanada, yang memaksimalkan cahaya matahari sebagai pengganti lampu.

Bupati Anas pun menyadari keterbatasan gerbang masuk Banyuwangi yang masih terbatas. Dia pun menargetkan tahun depan bandara yang kelak akan menjadi kebanggan warga Banyuwangi rampung.

Bangunan pun nantinya akan di desain dominan nuansa kayu atau bambu. Sehingga konstruksi beton akan diminimalkan. Selain itu, tentu panjang runway akan ditambahkan, dari saat ini 1800 menjadi 2250.

CP : Banyuwangi Gerbang Wisata Indonesia

Senin, 23 Maret 2015

TELUK BIRU, SURGA TERSEMBUNYI DI BANYUWANGI

Satu lagi surga tersembunyi di Banyuwangi yang masih belum terkenal seperti green bay, pulau merah, kawah ijen, dll. Yang mempunyai nama hamper mirip dengan green bay, yaitu Blue Bay.

Teluk yang satu ini berbeda dengan green bay. Jika green bay mempunyai keindahan pasir putih dan warna air lautnya yang kehijauan. Kalau Blue Bay mempunyai keindahan bawah laut yang indah.

Teluk Blue Bay salah satu alternative snorkeling di banyuwangi selain pantai bama di baluran atau pulau tabuhan. Keindahan bawah laut Blue Bay tidak kalah dengan kedua wisata diatas. Laut disini juga masih asri dan belum terekpose, terbukti dari warna lautnya yang biru jernih. itulah kenapa teluk ini dinamakan teluk biru atau Blue Bay.

Agar tidak terjadi lagi pengeboman ikan, kawasan ini dilindungi oleh komunitas sekitar yang bernama Gemuruh (Gerakan Muncar Rumahku). Komunitas ini mempunyai beberapa kegiatan pelestarian lingkungan. Diantaranya adalah penanaman fish apartement, transplantasi terumbu karang, dan penanaman pohon mangrove yang bertujuan untuk menyelamatkan alam sekitar. Disini juga terdapat budidaya kerang mutiara yang PT. DISTY.

Lokasi Teluk Biru berada di Muncar Banyuwangi di balik semenanjung Sembulungan, Teluk ini masih masuk di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Masyarakat sekitar menyebut teluk biru dengan sebutan Senggrong. Jadi jika anda bertanya kepada masyarakaat sekitar dengan bertanya teluk Biru, anda tidak akan mendapatkan informasi yang anda cari. Jadi bertanyalah dengan sebutan Senggrong.

Akses darat menuju Teluk biru masih belum ada, jadi anda harus menyewa perahu atau boat untuk pergi kesana, harga pasaran menyewa perahu di banyuwangi sekitar Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Ombak di daerah muncar cukup besar jadi kalau mau datang di pagi hari sampai siang hari, karena kalau di sore hari para nelayan tidak mau mengantarkan karena ombaknya yang terlalu besar. Lama perjalanan dari Muncar ke Teluk Biru sekitar 2 jam perjalanan. Waktu terbaik pergi ke Teluk Biru adalah di Jam 2 dini hari sehinnga anda bisa menikmati sunrise di tengah laut.

Cp : Banyuwangi Gerbang Wisata Indonesia