Sabtu, 25 April 2015

[INFO] Koreografi Terbaru SNSD telah Rampung

seperti dalam postingan kyle hanagami yang mengatakan bahwa "menyelesaikan koreografi terbaru untuk Girls 'Generation! | 04.24.15" .
sekedar informasi, kyle hanagami merupakan salah satu koreografer yang menciptakan tarian untuk Red Velvet 'Be Natural' dan 'Ice Cream Cake' serta 'Adrenaline' TaeTiSeo.
https://instagram.com/p/13me5xqpYv/

via : crownprincesone

Rabu, 22 April 2015

Air terjun KEDUNG ANGIN Pakel

Wisata air terjun bersih, asri, dan mudah di jangkau.

Air terjun KEDUNG ANGIN Pakel, dengan pemandangan road trip sengkedan sawah, jalan tanjakan dan turunan yang mempesona si setiap tingkungan. Akses bisa di tempuh dari Kec Licin, per3an pasar belok ke kiri. Selain itu juga bisa melalui Kec Kabat.

Sabtu, 11 April 2015

[NEWS] Penggemar Berspekulasi Bahwa Jessica Merupakan Bagian Dari ‘Catch Me If You Can’

Semua orang tahu bahwa comeback SNSD tidak akan membuat penggemar diam, namun sekarang beberapa dari penggemar bertanya-tanya apakah Jessica pada awalnya merupakan bagian dari lagu terbaru SNSD "Catch Me If You Can”.

Dalam sebuah video yang di unggah oleh netizen terlihat Jessica menyanyikan 1 baris lagu dengan lirik "My Heart’ dan membandingkannya dengan anggota SNSD yang menyanyikan kata-kata yang sama setelah lagu tersebut di rilis secara resmi. Meskipun liriknya sangat singkat dan terkesan bersifat umum, penggemar memperhatikan bahwa Jessica menyanyikannya dengan cara yang sama sebagai anggota SNSD, sehingga menghasilkan spekulasi bahwa jika pada awalnya Jessica merupakan bagian dari lagu tersebut. Klip yang di unggah netizen merupakan bagian dari acara 'OnStyle Jessica& Krystal,' hal ini menimbulkan pertanyaan di benak penggemar apakah "Catch Me If You Can" pada awalnya memang dimaksudkan untuk dirilis lebih awal tetapi ditunda karena Jessica sudah tidak lagi berada di dalam Grup.

Beberapa dari penggemar meninggalkan komentar dengan mengatakan "Aku tahu itu, ketika aku sedang menonton video musiknya.. aku tahu bahwa part yang di nyanyikan YoonA merupakan Part yang di nyanyikan Jessica sebelumnya”.... “Aku tahu part itu ...," "part YoonA “I'm going to find my heart” pasti part Jessica sebelumnya karena SM tidak pernah memberikan YoonA nada tinggi seperti itu" dan," LOL video klip Jessica di tayangkan antara bulan Juli dan Agustus 2014 .... Jadi mereka sudah mulai membuat single sejak tahun lalu?” “Sial .... Tolong kembalikan Jessica ke SNSD sekarang”, dan masih banyak lagi.

Apa yang kalian pikirkan? Apakah penggemar terlalu banyak memperhatikan hal ini atau itu memang sebuah kemungkinan?

Silahkan klik video ini untuk mengetahui lirik yang di nyanyikan Jessica https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=HR5wtPwM8Q0

Source : Allkpop http://www.allkpop.com/article/2015/04/fans-speculate-if-jessica-was-meant-to-be-part-of-catch-me-if-you-can
Indo.Trans by SONE Indonesia

Minggu, 29 Maret 2015

Menanti Green Airport Banyuwangi

Banyuwangi terus berbenah diri untuk menarik jumlah kunjungan turis. Salah satunya dengan merombak Bandara Blimbingsari seperti bandara yang ada di Kanada, yang memaksimalkan cahaya matahari sebagai pengganti lampu.

Bupati Anas pun menyadari keterbatasan gerbang masuk Banyuwangi yang masih terbatas. Dia pun menargetkan tahun depan bandara yang kelak akan menjadi kebanggan warga Banyuwangi rampung.

Bangunan pun nantinya akan di desain dominan nuansa kayu atau bambu. Sehingga konstruksi beton akan diminimalkan. Selain itu, tentu panjang runway akan ditambahkan, dari saat ini 1800 menjadi 2250.

CP : Banyuwangi Gerbang Wisata Indonesia

Jumat, 27 Maret 2015

Pemandangan Sungai Amazon Ala Banyuwangi dan Papua

Banyuwangi – Tahu Sungai Amazon di Brasil yang panjang, berliku, berwarna cokelat, penuh hutan lebat di sisi kanan dan kirinya? Ternyata, pemandangan seperti itu juga ada di Banyuwangi dan Papua. Begini Penampakannya!

Di Banyuwangi, namanya adalah Sungai Kere yang ada di Taman Nasional Alas Purwo. Sedangkan di Papua, namanya yakni Sungai Ajikwa di Timika. Coba bandingkan foto kedua sungainya dengan Sungai Amazon, sama-sama mirip.

“Sungai Kere tepatnya berlokasi di hutan bakau kawasan Bedul, di sisi barat Taman Nasional Alas Purwo. Itu adalah sungai yang menyempit dari muara, seperti Sungai Amazon pemandangannya,” kata Bagian Lapangan dari Dinas Pariwisata Banyuwangi, Sofyan Yudianto kepada detikTravel, Kamis (26/3/2015).

Wisatawan, bisa menjelajahi Sungai Kere dengan vessel yang sudah disiapkan. Harga sewanya sebesar Rp 250 ribu yang bisa menampung 5-6 orang dan sudah termasuk pemandu. Saat menyusuri sungainya, Anda benar-benar merasakan suasana alam liar yang benar-benar berbeda!

“Tidak ada penduduknya di sana, hanya gubuk tempat nelayan untuk beristirahat setelah memancing. Benar-benar sepi,” ungkap Sofyan.

Apalagi, sinyal ponsel begitu sulit didapatkan di sana. Anda joke bisa menikmati alam dengan tenang, dengan pepohonan bakau di kiri dan kanan tepian sungai. Ditambah, banyak satwa seperti burung bangau, burung elang laut dan lainnya yang jadi objek foto yang bagus.

“Dari Kota Banyuwangi perjalanannya 2 jam ke sana. Lewatilah jalur ke Surajati yang sudah ada papan penunjuk ke kawasan Bedul. Bisa naik engine dan mobil, karena belum ada transportasi umum,” papar Sofyan.
.
.
Sumber : http://banyuwangi.asia/pemandangan-sungai-amazon-ala-banyuwangi-dan-papua#.VRTADaKLlKi

Kamis, 26 Maret 2015

BANYUWANGI TEBAR PESONA

BANYUWANGI Redaksi.co.id - Dalam beberapa tahun terakhir ini, kota di ujung Jawa Timur ini terus berbenah untuk pengembangan sektor pariwisatanya. Dahulu masyarakat luar hanya mengenal kawah Ijen dengan blue glow nya, serta Pantai Plengkung dan Pulau Merah yang seru ombaknya sehingga sering dipakai berselancar, maka kini mulai tampak tempat wisata menarik lainnya.

Di dalam kota misalnya, hanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit, kita sudah bisa menikmati keindahan Pantai Boom. Tepat di depan mata terlihat Pulau Bali. Pantai Boom bisa dikatakan lokasi wisata baru, yang ditumbuhkembangkan Pemkab Banyuwangi dua tahun terakhir. Di saat akhir pekan, Pantai Boom begitu ramai dikunjungi masyarakat juga pendatang dari luar.

Bila mau lebih sepi dan berpetualang seru, bisa naik ke gunung untuk melihat Kawah Ijen bila cuaca sedang cerah alias tidak sedang musim hujan. Kawahnya ini akan mengeluarkan warna biru. Namun untuk menuju ke kawah Ijen, perlu stamina yang ekstra bugar. Karena, disamping kita harus sudah tiba pale telat jam 03.00 pagi lalu melanjutkan pendakian jalan kaki sekitar satu jam, juga kondisi badan yang harus fit. Tanjakan untuk pejalan kaki meski sudah ada jalurnya, tapi di saat dini hari menjelang Subuh penerang di jalan sangat minim. Belum lagi kita akan sering berjumpa dengan penambang belerang yang lalu lalang dengan memikul hasil tambangnya.

Tapi bila sudah mencapai puncak dan berhasil melihat kawah kebiruan, lega rasanya. Kawah ijen ini begitu terkenal hingga manca negara. Thomas, turis asal Polandia misalnya, begitu kepincut saat mendengar adanya kawah Ijen. Sayang, saat Thomas berhasil ke atas, cuaca sedang mendung campur kabut, sehingga tidak terlihat apa-apa.

Yang saya sayangkan adalah faktor kebersihan di kawasan wisata ini. Banyak pendatang makan dan minum lalu membuang bekasnya sembarangan, kritik Thomas.

Dan juga, penerang lampu serta kamar kecil untuk toilet juga tidak ada di atas. Ini membuat banyak pendatang atau turis kesulitan saat mau membuang hajat kecil.

Mau lihat aneka satwa dan hutan, Banyuwangi juga ada Taman Nasional Alas Purwo serta Baluran yang separuh wilayahnya masuk ke Kabupaten Situbondo. Bandara Blimbingsari yang kini sudah diterbangi maskapai Wings dan Garuda Indonesia, kian menambah mudah bagi siapapun yang ingin berkunjung ke banyuwangi lewat Surabaya atau Denpasar. Belum lagi keberadaan Pelabuhan Ketapang yang menghubungi Pulau Bali selama 24 jam dalam kondisi perairan normal. Juga angkutan bis antar kota dan propinsi selalu ada dari berbagai jurusan kota-kota besar.

Di 2015 ini, aneka festival wisata mulai dari seni dan budaya, kuliner, alam, sudah dikemas rapi sejak Januari hingga Desember. Jadi, masyarakat dalam dan luar negeri tinggal memilih acara wisata apa saja yang ingin dikunjungi ke Banyuwangi. Bila kemasan acara wisata ini terus ditata dengan rapi seiring dengan kesadaran masyarakatnya yang dikomandoi oleh Pemda, tidak menutup kemungkinan lima hingga sepuluh tahun kedepan potensi wisata Banyuwangi bisa menandingi Bali.
.
.
Sumber : http://banyuwangi.asia/banyuwangi-tebar-pesona#.VRP8raKLlKg

BRCC Serius Tatap lTdBl 2015

BANYUWANGI – Perhelatan akbar balap sepeda bertajuk International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBl) akan digeber Mei 2015 mendatang. Oleh karena itu, tuan rumah akan kembali menghadapi ujian berat dalam ajang yang masuk kalender badan balap dunia itu.

Ajang balap sepeda edisi IV itu akan direncanakan dimulai tanggal 6 hingga 9 Mei mendatang. Pada ITdBI edisi ketiga digeber pada tanggal 16 hingga 19 Oktober lalu. Rute yang ditempuh adalah sejauh 622 Kilometer (Km) dengan empat etape.

Ajang tersebut merupakan bulletin Union Cyclistc Internationale (UCI). Pada edisi ketiga itu, para pembalap yang terjun tersebar di 14 negara, yaitu Prancis, Kanada, Amerika Serikat, jepang. Thailand, Iran, Spanyol, malaysia, Filipina, Australia, Belanda, Brunei Darussalam, Denmark, dan Indonesia.

Mereka tergabung dalam 20 tim yang terdiri atas 14 tim luar negeri dan 6 tim dalam negeri. Saat itu tim Banyuwangi Road Cycling Community (BRCC) hanya naik lectern di kelas tertentu. Tentu saja prestasi itu akan ditambah pada edisi tahun ini.

Tim continental yang akan berkompetisi di ajang tersebut, di antaranya Aisan Racing Team (jepangl, Tabriz Petrochemical Team, Pishgaman Yazd Cycling Team (Iran), Matrix Powertag (Jepang), Singha Infinite Cycling Team (Thailand), TSR Continental Team (Iran), Pegasus Continental Cycling (Indonesia), dan Team 7 Eleven Road Bike Philippines (Filipina).

Timnas negara lain yang turut bertanding, antara lain Malaysia National Team dan Denmark National Team. Adapun tim Indonesia yang akan bertanding, antara lain Pegasus Continental Cycling Team, Banyuwangi Road Cycling Community, dan United Bike Kencana (UBK).

Dalam perhelatan itu, pembalap asal Prancis, Pouly Peter, yang tergabung bersama Singha Infinite Thailand menjadi juara. Pembalap satu itu masuk finis unggul jauh dalam catatan waktu tercepat selama empat etape.

Sukses tersebut menjadi rekor dalam perhelatan ITdBI karena mampu mematahkan dominasi Iran. Menengok sejarah itu, tentu kalangan pembalap Iran yang dikenal sebagai raja tanjakan masih penasaran. Tentu saja, kalangan pembalap tersebut tampaknya ingin balas dendam pada edisi berikutnya.

Tim tuan rumah, BRCC Banyuwangi bertekad menunjukkan tajinya demi mengangkat nama besar Banyuwangi. “Kita bertekad untuk tampil lebih baik pada tahun ini,” tegas ketua BRCC Banyuwangi, Guntur Priambodo.
.
.
Dikutip dari : http://banyuwangi.asia/brcc-serius-tatap-ltdbl#.VRP9raKLlKh